TENTANG SAYA

the other side

Nataya Dewi

Sebuah nama yang berikan oleh Papa, Mami, dan Kakek yang menjadi identitas diri bagi saya. Nataya, begitu panggilan akrabnya, saya tinggal dan besar dilingkungan keluarga yang banyak berikteraksi dan berkomunikasi, yang mengajak seorang Nataya menjadi seseorang yang senang berbicara dan bercerita. Dari saya kecil sampai remaja, saya dekat dengan aktivitas MC (Master of Ceremony) karena mami, selain seorang pegawai beliau juga aktiv menjadi MC di berbagai acara, baik menjadi MC pernikahan maupun kenegaraan, tidak hanya menjadi seorang MC, tetapi beliau juga menjadi coach MC. Dan Nataya kecil, hampir 80% selalu hadir menjadi penonton pertama yang melihat aktivitas beliau.

Dari kecil, saya hampir selalu mengikuti kegiatan mami, tidak hanya ketika beliau MC, tetapi juga ketika beliau di kantor, beliau rapat, kuliah, bahkan berorganisasi. Dari sinilah, Nataya Dewi tumbuh menjadi seseorang yang memiliki ketertarikan dengan banyak hal yang berkaitan dengan menulis, berbicara, dan bercerita.
Tidak pernah tahu sejak kapan pastinya saya menjadi orang yang benar-benar mampu bercerita. Tetapi setahu saya, dari kecil ketika usia saya masih 4 tahun, saya sudah suka dengan kegiatan berpidato, saya sering membayangkan diri saya berdiri di atas podium lalu berpidato atau menjadi seorang MC. Tidak jarang, pada beberapa kesempatan saat saya mengikuti mami ketika sedang menjadi MC di Istana Gubernur atau acara resmi kantor saya sering menirukan cara beliau saat melakukan glady dan saya langsung mencobanya dengan naik di atas podium. Saya membayangkan saya menjadi seorang MC professional seperti mami atau menjadi seorang pimpinan yang sedang berpidato memberikan arahan kepada staf-nya.

Mulailah di usia 6 tahun, saat saya sudah benar-benar bisa membaca dengan lancar dan menuliskan kata-kata dengan baik, saya mulai menirukan mami untuk menuliskan urutan atau konsep ketika akan melakukan MC. Tidak hanya itu, karena mami juga seorang penyair, beliau seorang pembuat dan pembaca puisi yang baik, di usia itu pula saya menjadi seorang anak yang mencoba menuliskan sesuatu untuk dijadikan sebuah puisi.

Sayang, sosok mami yang menjadi panutan bagi saya anak perempuannya, harus berakhir pada 31 Desember 2007. Mami berpulang ke rachmatullah di usia beliau yang masih sangat muda. Tuhan lebih sayang mami dan Tuhan percaya bahwa apa yang sudah saya pelajari dari mami, itu sudah cukup untuk menjadi bekal saya.


It’s ok…


Bermodalkan semangat dan role model dari mami, saya tumbuh menjadi anak yang aktiv dalam dunia pendidikan, organisasi dan pengembangan diri lainnya. Di bangku SMA, Nataya Dewi mulai bangkit dan bergerak. Saya memiliki tekad untuk melakukan yang terbaik, seperti mami. Saya mengasah kemampuan berbicara dengan berbagai aktivitas yang saya ikuti, mulai dari club debat di SMA, Organisasi OSIS dan Pramuka. Tidak hanya sampai di situ, saya pun terus mengembangkan potensi dan kemampuan saya di bangku kuliah. Semasa aktiv di perguruan tinggi, saya pun memulainya dari semester awal saya kuliah. Saya sudah melibatkan diri di berbagai kegiatan kepanitian, organisasi pers mahasiswa, himpunan mahasiswa, badan eksekutif mahasiswa dan project-project dosen lainnya.


Dan hari ini tanpa melupakan jejak, saya berdiri menjadi pribadi yang selalu ingin berkembang dan bertanggung jawab dengan cara Menulis, Berbicara dan Bercerita...